Copyright 2017 - Free Joomla Templates - Custom text here
  • 1

    Selamat Datang di SMA TUNAS LUHUR PAITON

  • 2

    Sekolah Terakreditasi A & Adiwiyata Mandiri 2014

  • 3

    Sekolah Berprestasi di Ufuk Timur Probolinggo

  • 4

    Mitra Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) akan memperkecil jumlah penyelenggaran Ujian Nasional (UN) berbasis kertas. Dengan demikian, seluruh satuan pendidikan jenjang SMP, SMA dan SMK diharap dapat menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman mengungkapkan bahwa dorongan Kemendikbud akan segera direspon secara positif. Sekolah-sekolah yang belum bisa menggelar UNBK secara mandiri akan didata untuk selanjutnya dibuatkan pilihan alternatif pelaksanaan UNBK. Jenjang SMA/SMK akan diupayakan menggunakan UNBK 100 persen. Sedangkan jenjang SMP/MTs akan dilakukan koordinasi dengan kabupaten/kota.

Saiful Rachman mengungkapkan bahwa dorongan terhadap pelaksanaan UNBK juga akan didukung dengan adanya bantuan unit komputer dari Kemendikbud. Sementara sekolah yang sudah memiliki jumlah komputer lebih dari 20 unit dan server dapat ditetapkan sebagai pelaksana UNBK.  Untuk sekolah yang belum memiliki sarananya dapat mengikutkan siswanya di sekolah lain. Untuk menggabung ke sekolah lain, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat yang akan menunjuk sekolah dengan dasar kedekatan jarak. “Karena itu jadwal pelaksanaan UN tidak digelar secara serentak. Dengan demikian, sekolah yang tidak memiliki fasilitas UNBK dapat menggabung ke sekolah terdekat yang sudah memiliki sarana UNBK,” kata Saiful Rachman.

Jadwal pelaksanaan UN untuk jenjang SMA dan SMK tidak digelar serentak seperti tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga dengan jadwal pelaksanaan UN SMP/MTs yang akan dibagi dalam dua gelombang. Secara rinci, UN SMK digelar mulai 3-6 April 2017, UN SMA/MA digelar mulai 10-13 April 2017, UN SMP/MTs gelombang I digelar pada 2,3,4 dan 15 Mei 2017 serta gelombang II digelar mulai 8,9,10 dan 16 Mei 2017.

“Jadwal mata pelajaran yang akan diujikan sudah siap. Termasuk Ujian Sekolah (US) yang akan diganti menjadi US Berstandar Nasional (USBN). Soal-soal yang akan diujikan, juga sudah disiapkan dalam bank soal," ujar Saiful Rachman. Perbedaan UN dengan USBN antara lain terletak pada proses pembuatan soal. Soal-soal untuk UN akan dibuat oleh pusat (Kemendikbud) berdasarkan kisi-kisi yang dikeluarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Untuk USBN, soal-soalnya dibuat oleh guru-guru sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai organisasi profesi. Soal-soal pada USBN akan dibuat dengan perpaduan antara soal yang dibuat guru dan soal jangkar dari pusat sebesar 20 sampai dengan 25 persen.

Sebelumnya, pada UN tingkat SMA terdapat enam mata pelajaran (mapel) yang diujikan, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan tiga mata pelajaran sesuai jurusan. Untuk jurusan IPA, ditambah mapel Fisika, Kimia, dan Biologi; untuk jurusan IPS, ditambah mapel Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi; dan untuk jurusan Bahasa, ditambah mapel Sastra Indonesia, Antropologi, dan Bahasa Asing. Sedangkan pada UN 2017 untuk tingkat SMA nanti, hanya ada empat mapel yang diujikan, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan satu mapel pilihan sesuai jurusan. Siswa dibebaskan memilih satu di antara tiga mapel dalam jurusannya sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Namun, untuk USBN, ketiga mapel yang ada dalam tiap jurusan (IPA/IPS/Bahasa) tersebut tetap menjadi mapel yang diujikan. Ada enam mapel yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMA. Selain tiga mapel berdasarkan jurusan, USBN juga akan menguji siswa untuk mapel Pendidikan Agama, PPKN, dan Sejarah.

Untuk mapel UN tingkat SMP pada tahun 2017 tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. UN tingkat SMP akan menguji mapel Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA. Kemudian mapel yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMP adalah Pendidikan Agama, PPKN, dan IPS. Sedangkan UN  tingkat SMK pada tahun 2017 juga tetap menguji empat mapel, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Kemudian mapel yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMK adalah Pendidikan Agama, PPKN, dan Keterampilan Komputer.

Sumber : http://klinikpendidikanjatim.com/

Tinggalkan segala bentuk kesedihan yang telah berlalu biarkanlah ia berlalu , bebaskanlah, mari kita mulai mengarungi hidup yang baru dengan penuh semangat dan optimisme menggebu. Selamat tahun baru 2017